Spanduk KPU By Accident?!?


Spanduk edukasi pemilih. Contreng no.2. (detik.com)

Spanduk edukasi pemilih. Contreng no.2. (detik.com)

Inilah lelucon terbesar sepanjang sejarah demokrasi di dunia. Badan yang diamanatkan undang-undang sebagai penyelenggara pemilihan umum di Indonesia, KPU, telah melakukan tindakan yang sulit dikatakan sebagai kekeliruan elementer.

Spanduk sosialisasi pilpres untuk mengedukasi pemilih mengenai cara mencontreng yang sah, lha kok bisa-bisanya contoh contrengnya diletakkan di gambar capres nomor 2, yang (tidak) kebetulan adalah incumbent, SBY. Kendatipun ketiga pasangan dalam spanduk tersebut digambarkan secara simbolik, peletakan contreng pada capres nomor 2, tidak bisa serta merta dikatakan sebagai by accident atau ketidaksengajaan – sebagaimana disampaikan anggota KPU Endang Sulastri saat membantah tuduhan tim-tim capres yang merasa dirugikan.

Untuk diketahui, KPU didukung sebuah birokrasi yang dipimpin seorang sekjen, yang memiliki tenaga-tenaga berpengalaman dalam melakukan kehumasan dan sosialisasi. Alangkah tidak masuk akal, birokrat-birokrat ini melakukan kesalahan (atau tepatnya ketololan) kalau tidak mendapat persetujuan end-user, yakni anggota KPU. Rancangan/desain sebuah materi komunikasi, setahu saya diajukan oleh petugas setjen KPU kepada anggota KPU untuk dicek dan disetujui sebelum disiarkan. Sungguh sulit diterima akal sehat, sebuah keteledoran komunikasi yang mudah ditangkap oleh siapapun, dikilahkan sebagai kekeliruan elementer, atau perbuatan by accident. Spanduk yang terpasang di berbagai daerah itu patut disebut sebagai upaya pembujukan, yakni mengarahkan pemilih untuk mencontreng calon tertentu.

Setelah kisruhnya DPT pada pemilu legislatif, dan masih belum kelarnya masalah DPT pada pilpres kali ini (saat saya menulis ini, pasangan JK-Wiranto dan Mega-Prabowo baru saja memberi keterangan pers mengenai DPT pilpres bersama Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin di kantor Muhamadiyah), soal spanduk di atas memberi kesan yang tidak nyaman pada penyelenggaraan pemilu tahun 2009 ini.

Mengapa praktik politik orde baru mulai ngetrend lagi di jaman demokrasi yang telah susah-susah diperjuangkan mahasiswa dan rakyat Indonesia?

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: