Bravo, Manohara!


Alhamdulillah, Manohara (17 tahun) berhasil lolos dari perilaku keji keluarga Kerajaan Kelantan Malaysia. Perempuan cerdas anak Daisy Fajarina dan lelaki Prancis ini, akhirnya berkat bantuan Polisi Singapura dan berbagai pihak yang peduli, Minggu pagi (31/05/2009) berhasil menginjakkan kembali kakinya di tanah air dengan pelarian yang berani dan dramatis dari Singapura. Sukses ini, paling tidak, mengobati sakit hati orang Indonesia yang telah lama terlara-lara oleh perilaku Malaysia sebagai bangsa dan negara (lihat juga tulisan dalam blog ini: “By the Way, Malaysia adalah Musuh Kita”).

Manohara cium ibunya (detikcom)

Manohara cium ibunya (detikcom)

Bravo, Manohara! Bravo, Laskar Merah Putih! Bravo Pengacara keluarga Manohara di Jakarta! Bravo, program “infotainment TV”! Bravo, para simpatisan Indonesia! Mari kita siapkan tuntutan hukum internasional terhadap suami Manohara, Pangeran Kelantan Tengku Fakhry yang keji tapi cakapnya selalu elok, dan pemerintah Malaysia yang melakukan pembiaran terhadap peristiwa yang telah mencederai hak asasi manusia ini.

Kasus Manohara adalah pelajaran mahal bagi aparat pemerintah (Deplu, Kedubes RI di KL, Polri) yang terkesan sangat-sangat lamban dalam menangani nasib orang Indonesia yang mengalami kejahatan di luar negeri. Apalagi, pengacara keluarga Manohara, Wardoyo, mengatakan pelarian Manohara telah disiapkan 2 bulan oleh pihaknya, pemerintah Singapura, dan Deplu AS (plus FBI)! Ke mane aje tuh birokrat-birokrat Indonesia? Juga pelajaran bagi sang ibunda, bahwa mengawinkan anak di bawah umur (dengan motif sampingan harta benda) sama kejinya dengan perlakuan pangeran Kelantan Tengku Fakhry terhadap Manohara. Juga menjadi pelajaran bagi perempuan-perempuan Indonesia (terutama para seleb) yang telah dan ingin mengawini pria-pria Malaysia dengan tujuan cepat kaya. Siapapun Anda, status Anda di Malaysia adalah “Indon”, suatu sebutan berkonotasi “budak”

OC kaligis (okezone.com)

OC kaligis (okezone.com)

STOP PRESS! Jumat 05/06/2009, pengacara senior OC Kaligis mengundurkan diri sebagai penasehat hukum Manohara karena ia menganggap Daisy Fajarina (ibu Manohara) dianggap lebih mementingkan publisitas di TV-TV ketimbang mengurus penyelesaian hukum sebagaimana komitmen sebelumnya. Masyaallah … apa maunya Manohara pe ibu?

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: